Apakah Seng Berkarat

Apakah Seng Berkarat?

Seng banyak digunakan di berbagai industri karena ketahanannya terhadap korosi yang sangat baik, menjadikannya bahan pelapis yang populer, paduan, dan aplikasi industri.

Namun pertanyaan umum sering muncul: Apakah seng berkarat? Untuk menjawab ini, kita harus mengeksplorasi sifat-sifat seng, ilmu di balik karat, dan ketahanan korosi yang unik dari logam serbaguna ini.

Mari kita lihat lebih dekat perilaku seng ketika terkena kondisi lingkungan yang berbeda dan bagaimana perbandingannya dengan karat tradisional.

1. Apa itu Seng?

Seng merupakan logam berwarna putih kebiruan dengan simbol kimia Zn. Mineral ini melimpah di kerak bumi dan telah digunakan selama ribuan tahun, khususnya untuk menggembleng baja dan logam lainnya.

Seng sangat dihargai karena daya tahannya dan kemampuannya menahan korosi.

Ini adalah bahan utama dalam industri seperti konstruksi, Otomotif, Aerospace, dan elektronik, dimana ketahanan terhadap korosi sangat penting.

Sifat Utama Seng:

  • Titik lebur: 419.5° C. (787.1° f)
  • Kepadatan: 7.13 g/cm³
  • Resistensi korosi: Sangat tahan terhadap korosi, terutama di lingkungan atmosfer dan laut
  • Aktivitas Elektrokimia: Lebih aktif secara elektrokimia dibandingkan besi, yang membuatnya ideal untuk menggembleng baja

Pasalnya zinc secara alami membentuk lapisan pelindung jika terkena udara, itu biasa digunakan di galvanisasi, di mana ia melapisi baja untuk melindunginya dari karat.

Lapisan pelindung ini berperan penting dalam mencegah korosi lebih lanjut dan memperpanjang umur material.

2. Apa itu Karat?

Karat adalah jenis korosi yang secara khusus mempengaruhi besi dan paduannya.

Itu terjadi ketika besi bereaksi dengan oksigen dan air, membentuk oksida besi (Fe₂o₃), zat berwarna coklat kemerahan yang biasa disebut karat.

Itu proses karat dapat dipecah menjadi beberapa reaksi kimia:

  • Melangkah 1: Besi bereaksi dengan oksigen dengan adanya air.
  • Melangkah 2: Reaksi tersebut menghasilkan besi hidroksida (Fe(OH)₂).
  • Melangkah 3: Besi hidroksida selanjutnya bereaksi dengan oksigen membentuk oksida besi (karat).

Hasilnya rapuh, bahan terkelupas yang melemahkan logam, memungkinkan karat menyebar dan merusak bahan dasar.

Berbeda dengan seng, karat tidak memberikan perlindungan apa pun; hal ini menyebabkan degradasi progresif seiring berjalannya waktu.

Kimia Karat:

Bahan Produk Karat Reaksi Kimia
Besi Besi Oksida (Karat) Fe + O₂ + H₂O → Fe₂O₃·nH₂O
Seng Seng Oksida/Karbonat Zn + O₂/H₂O → ZnO/ZnCO₃ (Lapisan Pelindung)

3. Apakah Seng Berkarat?

Jawaban singkatnya: Seng tidak berkarat dalam pengertian tradisional. Tidak seperti besi, yang membentuk oksida besi (karat), seng membentuk lapisan oksida atau karbonat pelindung saat terkena oksigen dan kelembapan.

Lapisan ini mencegah korosi lebih lanjut, bertindak sebagai penghalang antara seng dan lingkungan eksternal.

Bagaimana Seng Membentuk Lapisan Pelindungnya:

Ketika seng bereaksi dengan oksigen, itu terbentuk seng oksida (ZnO). Seiring waktu, dengan adanya karbon dioksida, seng oksida dapat bereaksi membentuk seng karbonat (ZnCO₃).

Kedua senyawa ini berbentuk encer, lapisan pelindung pada permukaan seng, mencegahnya dari korosi lebih lanjut.

Poin -poin penting:

  • Seng oksida Dan seng karbonat membuat perisai pelindung.
  • Senyawa ini mencegah seng segar terpapar oksigen dan kelembapan, menghentikan proses korosi.
  • Inilah sebabnya mengapa seng sering digunakan untuk aplikasi luar ruangan seperti atap, Bagian otomotif, dan mesin industri.

4. Korosi Seng vs. Berkarat

Meskipun seng tidak berkarat dalam pengertian konvensional, dia dapat menimbulkan korosi dalam kondisi tertentu. Penting untuk membedakan jenis korosi yang dapat mempengaruhi seng dan besi:

Jenis-Jenis Korosi:

  1. Karat Putih (Seng Hidroksida): Saat seng terkena kelembapan, terutama di lingkungan dengan kelembaban tinggi, itu bisa membentuk warna putih, zat tepung yang dikenal sebagai karat putih.
    Ini
    seng hidroksida (Zn(OH)₂), yang terjadi terutama di basah atau kondisi basa.
    Karat putih tidak terlalu merusak dibandingkan karat besi, dan pembentukannya dapat diminimalkan dengan perawatan permukaan yang tepat.
Karat Putih pada Bagian Berlapis Seng
Karat Putih pada Bagian Berlapis Seng
  1. Karat Merah (Besi Oksida): Karat besi, di sisi lain, membentuk serpihan, lapisan rapuh yang terus merusak logam, sering mengakibatkan kegagalan struktural.
Karat Merah pada Bagian Berlapis Seng
Karat Merah pada Bagian Berlapis Seng

Perbandingan Ketahanan Korosi:

Bahan Jenis Korosi Keterangan
Seng Karat Putih (Zn(OH)₂) Seorang yang protektif, produk korosi yang tidak terlalu merusak. Hal ini dapat diatasi dengan pelapisan.
Besi Karat Merah (Fe₂o₃) terkelupas, korosi lemah yang terus-menerus merusak material.

5. Bagaimana Seng Mencegah Karat pada Baja: Peran Galvanisasi

Kemampuan Seng untuk mencegah karat paling terkenal ditunjukkan melalui galvanisasi.
Proses ini melibatkan penerapan lapisan tipis seng pada baja atau besi, memberikan logam perlindungan pengorbanan terhadap korosi.
Seng bertindak sebagai penghalang kelembaban dan oksigen, tapi yang lebih penting, dia
mengorbankan dirinya sendiri untuk melindungi baja di bawahnya.
Jika lapisan seng rusak, baja yang terbuka akan tetap terlindungi karena seng terkorosi sebelum baja.

Proses Galvanisasi:

  1. Galvanisasi hot-dip: Baja dicelupkan ke dalam seng cair, membentuk ikatan yang kuat antara kedua bahan tersebut.
  2. Elektroplating: Seng diterapkan melalui cara elektrokimia, membentuk tipis, lapisan rata pada permukaan baja.
Baja Galvanis
Baja Galvanis

Manfaat Galvanisasi:

  • Perlindungan pengorbanan: Seng berkorrain secara istimewa, melindungi baja.
  • Umur yang diperpanjang: Komponen baja bertahan lebih lama, mengurangi biaya pemeliharaan.
  • Daya tahan: Produk galvanis bisa bertahan lama 30-50 tahun atau lebih, tergantung pada kondisi lingkungan.

Perlindungan Baja Galvanis:

Kondisi Lingkungan Umur Lapisan Seng yang Diharapkan Catatan
Pedesaan 50+ bertahun-tahun Paparan minimal terhadap polutan atau cuaca ekstrem.
Perkotaan 40-50 bertahun-tahun Paparan polusi sedang.
Pesisir 20-30 bertahun-tahun Air asin mempercepat korosi seng.

6. Faktor Seng dan Lingkungan: Apa yang Mempengaruhi Umur Panjangnya?

Sedangkan seng sangat tahan terhadap korosi, umur panjangnya dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti kelembaban, asin, Dan polutan.

Mari kita periksa faktor-faktor utama yang dapat mempengaruhi ketahanan seng dalam berbagai kondisi:

  • Asin: Lingkungan pesisir atau daerah dengan paparan klorida yang tinggi dapat mempercepat terbentuknya karat putih, khususnya di tidak dilapisi seng atau permukaan galvanis yang rusak.
  • Lingkungan Asam: Kondisi yang sangat asam (seperti di pabrik kimia atau hujan asam) dapat memecah lapisan pelindung seng lebih cepat.
  • Polusi: Polusi industri, termasuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida, dapat berkontribusi pada degradasi lapisan seng.

Melindungi Seng di Lingkungan Keras: Untuk memastikan umur panjang seng di lingkungan yang menantang, lapisan pelindung tambahan, seperti cat atau sealant, sering diterapkan pada permukaan galvanis.

Lapisan ekstra ini melindungi seng dari paparan lingkungan dan memperpanjang umurnya.

7. Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, seng tidak berkarat dalam pengertian tradisional, namun dapat mengalami korosi melalui terbentuknya karat putih pada kondisi tertentu.

Ketahanan seng yang luar biasa terhadap karat dan korosi adalah salah satu alasan mengapa seng sangat dihargai, terutama di proses galvanisasi, di mana ia melindungi baja dan logam lainnya dari karat.

Kemampuan seng untuk membentuk lapisan oksida atau karbonat pelindung memastikan bahwa seng tahan lama untuk berbagai aplikasi, mulai dari konstruksi hingga suku cadang otomotif.

Meskipun umur panjang seng biasanya mengesankan, sangat penting untuk mempertimbangkan kondisi lingkungan saat menentukan kesesuaiannya untuk aplikasi tertentu.

Dengan perawatan dan pengobatan yang tepat, seng dapat terus memberikan perlindungan yang luar biasa, memastikan umur panjang produk dan struktur di berbagai industri.

Gulir ke atas